Isu penyelamatan lingkungan harus dibudayakan

Tarfia– Isu penyelamatan lingkungan hidup yang saat ini sedang gencar dipromosikan di Kabupaten Jayapura oleh pemerintah daerah maupun kelompok-kelompok pemerhati lingkungan, seyogyanya tidak hanya sekedar dipromosikan tetapi dibudayakan mulai dari kalangan akar rumput terutama pada generasi muda.

Penyerahan bibit tanaman oleh perwakilan Balai Pembibitan Tanaman Hutan Provinsi Papua kepada Kepala Sekolah SMP Satap Tarfia

Hal tersebut disampaikan Kepala SMP Satu Atap Tarfia, Jimmy GM Fitowin, S.Pd saat ditemui di Sentani, Sabtu (9/3/2019).

Jimmy sapaan akrabnya, menyebutkan pihaknya melakukan penanaman 300 pohon rindang di areal SMP Satu Atap Tarfia dan beberapa titik di wilayah Kampung Tarfia Distrik Demta, Rabu (6/3/2019) lalu.

Menurut pria yang gemar membaca ini, hal tersebut dimaksudkan agar niat pemerintah daerah untuk mengeksiskan isu penyelamatan lingkungan, tidak hanya menjadi semangat sesaat yang nantinya juga akan hilang secara perlahan-lahan dengan kebiasaan hidup warga masyarakat yang tidak ramah lingkungan.

Kata pria yang juga mantan jurnalis ini, perlu ditanamkan kebiasaan atau budaya tersebut sejak dini, dan pendidikan merupakan satu-satunya jembatan untuk mewujudkan niat itu.

“Untuk mewujudkan terjaganya isu penyelamatan lingkungan hidup, tidak saja melalui promosi dan seruan tetapi harus dibudayakan melalui jembatan edukasi formal maupun informal,” ujarnya.

Jimmy menambahkan untuk menanamkan budaya tersebut memang tidak semudah membalikkan telapak tangan apalagi pada komunitas masyarakat yang mempunyai gaya hidup yang tidak menghargai lingkungan dan alam.

Dirinya mencontohkan, sekolah terlebih dahulu menjadi contoh dan itu sudah pasti ditunjang dengan kebutuhan sarana pendukung yang tidak sedikit. Namun upayanya untuk mewujudkan niat baiknya itu dilakukan dengan memanfaatkan potensi seadanya yang dimiliki. Sementara untuk membuat kerindangan di sekolah dirinya melakukan koordinasi dengan Balai Pembibitan Tanaman Hutan Provinsi Papua dan mendapatkan bantuan 300 bibit pohon rindang.

“Kami punya mimpi memang besar soal isu penyelamatan lingkungan tetapi potensi terbatas sehingga kami melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk mewujudkan mimpi kami,” ujarnya.

Kepala Kampung Tarfia, Silas Tauruy, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kepala SMP Satap Tarfia yang mampu melakukan perubahan di kampung yang dipimpinnya ini.

“Kami berharap masyarakat bisa mencontoh dari apa yang telah sekolah lalukan agar kampung kita ini menjadi hijau dan rindang,” ungkapnya. (*)

Isu penyelamatan lingkungan harus dibudayakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *